Proses analisis dengan ArcGIS adalah proses
menggabungkan informasi dari beberapa layer data yang berbeda dengan
menggunakan operasi spatial tertentu dimana kita memulai dari ide yang kita
kembangkan dan diaplikasikan dalam berbagai hal.
- Analisis dilakukan dengan tahapan tersebut dengan diawal oleh menentukan permasalahan atau pertanyaan kunci sebagai leading dalam melakukan analisis.
- Dalam proses selanjutnya dilakukan pengumpulan dan pengecekan data, dimana data-data yang dibutuhkan dalam analisis GIS dikumpulkan dan kemudian dilakukan pengecekan dalam beberapa aspek seperti format data, skala, sumber, tinkat kedetailan (skala), dll. Sesudah proses ini dilakukan proses penyiapan data berupa penyamaan format, system koordinat, dan kemudian melengkapi data-data yang diperlukan dari berbagai sumber data atau membangun data yang ada sendiri.
- Penentuan metode analisis dilakukan sesudah semua data yang dibutuhkan untuk analisis sudah tersedia. Analisis yang dilakukan terdiri atas berbagai jenis analisis, dengan menggunakan metode analisis yang sesuai dalam menjawab semua pertanyaan tersebut.
- Selanjutnya adalah proses analisis, proses ini dilakukan dengan menggunakan data dan metode yang telah diisi. Proses analisis dapat dilakukan menggunakan metode yang telah ditetapkan dalam menjawab pertanyaan. Proses analisis bisa sederhana atau kompleks, misalnya pertanyaan tutupan lahan yang ada? Dijawab dengan mengunakan analisis citra satelit kemudian dioleh dengan software remote sensing dan menghasilkan tutupan lahan yang ada. Berbeda dengan pertanyaan bagaimana penggunaan lahan? Ini membutuhkan analisis yang kompleks karena penggunaan lahan membutuhkan proses verifikasi di lapangan dengan menggunakan survey dan pengolahan data yang kompleks.
- Hasil analisis harus kemudian diperiksa kembali misalnya hasil akhir zonasi yang dikeluakan kemudian di cross check kembali secara baik. Hasil analisis yang menggabungkan banyak data, ada kemungkinan kesalahan seperti kesalahan koordinat atau kesalahan menentukan parameter. Pengecekan dilakukan dengan merunut baik data serta metode yang digunakan.
Banyak langkah-langkah
analisis yang dapat dilakukan dalam pemrosesan data melalui GIS, diantaranya
adalah sebagai berikut:
Split
Split adalah proses memisahkan satu layers
menjadi beberapa layer dengan menggunakan satu polygon yang terpecah-pecah. Misalnya
memisahkan satu layers kontur yang besar menjadi beberapa sheet atau grid. Adapun
langkah yang dapat dilakukan
adalah sebagai berikut :
1.
Input features=diisikan dengan layer yang
akan dipisah-pisahkan/split.
2.
Split features=diisikan dengan layer yang
akan menjadi pemisah.
3.
Split field= diiskan dengan nama field yang
akan menjadi dasar.
4.
Target workspace = diisikan dengan folder
dimana hasil split akan disimpan.
5.
XY Tolerance = diisikan dengan angka
toleransi jarak yang digunakan dalam analsisi
Tabel
Select
Tabel Select merupakan proses pemilihan table
dalam sebuah layer dengan menggunakan expresi dalam SQL. Adapun langkah yang
dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1.
Input table = diisikan dengan table/layer
yang data tabelnya akan dipilih.
2.
Output table=diiskan dengan nama table dan
lokasi akan disimpan.
3.
Expression (optional) = diisikan dengan
expresi SQL yang ditetapkan sesuai dengan tujuan.
Erase
Erase adalah proses menghapus sebagian dari
layer dengan menggunakan layer lain sebagai pembatas wilayah yang dihapus. Proses
analisis ini misalnya dilakukan untuk mengurangi luas kawasan hutan dengan
menghapus bagian danau. Adapun langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai
berikut :
1.
Input features = diiskan dengan layer akan
akan dihapus sebagian isinya.
2.
Erase feature = disikan dengan layer yang
menjadi batas polygon wilayah terhapus.
3.
Output feature dengan nama file dan lokasi
file akan disimpan.
4.
XY tolerance = diiskan dengan batas tolerasi
kesalahan dari proses. Biasanya diikan satuan jarak tertentu seperi meter, km,
miles, dll.
Identity
Identity adalah proses penggabungan satu
layer utama dengan layer lain dengan melalukan overlay dan akan menghasilkan
layer utama dengan tambahan input dari layer yang kana digabungkan. Adapun
langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1.
Input feature = diisikan dengan layer yang
akan digabungkan.
2.
Identify features = diisikan layer yang akan
digabungkan.
3.
Output feature = diisikan dengan nama dan
lokasi folder dimana hasil akan disimpan.
4.
Join attributes= adalah pilihan mengenai
atribut / isi dari table yang akan digabungkan.
5.
XY tolerance= diisikan dengan jarak toleransi
yang digunakan dalam analisis. Ini bisa diiisikan dengan hitungan meter atau
kilometer atau satuan jarak yang lain.
Intersect
Tumpang tindih atau overlay suatu data grafis
adalah menggabungkan dua atau lebih data grafis untuk memperoleh data grafis
baru yang memiliki satuan pemetaan (unit pemetaan). Jadi, dalam proses tumpang
susun akan diperoleh satuan pemetaan baru (unit baru). Untuk melakukan tumpang
susun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syaratnya, data-data yang akan
di-overlay harus mempunyai sistem koordinat yang sama. Sistem koordinat
tersebut dapat berupa hasil transformasi nilai koordinat meja digitizer ataupun
nilai koordinat lapangan. Tetapi sebaiknya menggunakan koordinat lapangan, sebab
dengan menggunakan koordinat lapangan akan diperoleh informasi masing-masing
unit dalam luasan yang baku. Adapun langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1.
Input features= diisikan dengan beberapa
layers yang akan diintersect
2.
Output feature class= diisikan dengan nama
dan lokasi hasil penggabungan akan disimpan.
3.
Join attribute (optional)= diiisi dengan
pilihan semua atribut yang akan disatukan.
4.
XY tolerance(optional)= diisi dengan tolerasi
jarak untuk analisis.
5.
Output type (optional)= diiskan dengan jenis
output… isikan dengan input supaya hasilnya sama dengan file input.
Spatial
Join
Spatial Join adalah proses menggabungkan data
tabular dengan fungsi join. Proses ini menggabungkan data tabular target
feature/layer yang akan ditambahkan datanya dengan Join feature yang merupakan
feature/table yang akan menjadi tambahan.
Proses ini akan menghasilkan data tabular baru yang merupakan hasil
gabungan 2 tabel tersebut dengan menggunakan pilihan proses penggabungan
(misalnya join_one_to_one). Adapun langkah yang dapat dilakukan
adalah sebagai berikut :
1.
Target feature =adalah feature yang akan
digabungkan
2.
Join feature = feature yang akan digabungkan
3.
Output feature = hasil dari penggabungan,
diisikan dengan
4.
Join Operation (optional) = pilihan join,
bisa one to many atau one to one
5.
Field map of join features =Field yang akan
digabungkan.
6.
Match option (optional) =pilihan
penggabungan, standar untuk penggabungan adalah intersect
7.
Distance Field Name (optional) =
8.
Setelah diisikan klik OK
Union
Union merupakan proses analisis untuk
menggabungkan dua feature dan keseluruhan layer dan data tabularnya akan
disatukan. Adapun langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1.
Input feature = diisikan dengan layer yang akan
digabungkan
2.
Output feature = diisikan dengan feature
kedua yang akan digabungkan
3.
Join attribute (optional) = diisikan dengan
attribute apa yang akan disatukan, dengan pilihan all atau FID (attribute
dasar).
4.
XY tolerance (optional) diiskan dengan jarak
yang digunakan sebagai toleransi analisis.
5.
Gaps Allowed (optional) = defaultnya
dicontreng saja.
Buffer
Buffer adalah proses analisis yang digunakan
untuk membuat feature tambahan di sekeliling feature asli dengan menentukan
jarak tertentu. Fungsi buffer adalah membuat poligon baru berdasarkan jarak
yang telah ditentukan pada data garis atau titik maupun poligon. Sebagai
contoh, kita akan melakukan buffer terhadap jarak sungai 50 meter, menggunakan
fasilitas buffer yang kita pilih, kemudian komputer akan mengolah sesuai
perintah kita. Prinsip proses buffer dapat kamu lihat pada gambar berikut.
sumber
http://musnanda.com/2013/10/29/analisis-dengan-arcgis/
http://ssbelajar.blogspot.com/2012/10/manipulasi-dan-analisis-data.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar