Selasa, 23 Juni 2015

Resume 5 Perkuliahan Sistem Informasi Perencanaan

      Proses analisis dengan ArcGIS adalah proses menggabungkan informasi dari beberapa layer data yang berbeda dengan menggunakan operasi spatial tertentu dimana kita memulai dari ide yang kita kembangkan dan diaplikasikan dalam berbagai hal.
  1. Analisis dilakukan dengan tahapan tersebut dengan diawal oleh menentukan permasalahan atau pertanyaan kunci sebagai leading dalam melakukan analisis.
  2. Dalam proses selanjutnya dilakukan pengumpulan dan pengecekan data, dimana data-data yang dibutuhkan dalam analisis GIS dikumpulkan dan kemudian dilakukan pengecekan dalam beberapa aspek seperti format data, skala, sumber, tinkat kedetailan (skala), dll. Sesudah proses ini dilakukan proses penyiapan data berupa penyamaan format, system koordinat, dan kemudian melengkapi data-data yang diperlukan dari berbagai sumber data atau membangun data yang ada sendiri.
  3. Penentuan metode analisis dilakukan sesudah semua data yang dibutuhkan untuk analisis sudah tersedia. Analisis yang dilakukan terdiri atas berbagai jenis analisis, dengan menggunakan metode analisis   yang sesuai dalam menjawab semua pertanyaan tersebut.
  4. Selanjutnya adalah proses analisis, proses ini dilakukan dengan menggunakan data dan metode yang telah diisi. Proses analisis dapat dilakukan menggunakan metode yang telah ditetapkan dalam menjawab pertanyaan. Proses analisis bisa sederhana atau kompleks, misalnya pertanyaan tutupan lahan yang ada? Dijawab dengan mengunakan analisis citra satelit kemudian dioleh dengan software remote sensing dan menghasilkan tutupan lahan yang ada. Berbeda dengan pertanyaan bagaimana penggunaan lahan? Ini membutuhkan analisis yang kompleks karena penggunaan lahan membutuhkan proses verifikasi di lapangan dengan menggunakan survey dan pengolahan data yang kompleks.
  5. Hasil analisis harus kemudian diperiksa kembali misalnya hasil akhir zonasi yang dikeluakan kemudian di cross check kembali secara baik. Hasil analisis yang menggabungkan banyak data, ada kemungkinan kesalahan seperti kesalahan koordinat atau kesalahan menentukan parameter. Pengecekan dilakukan dengan merunut baik data serta metode yang digunakan.
     Banyak langkah-langkah analisis yang dapat dilakukan dalam pemrosesan data melalui GIS, diantaranya adalah sebagai berikut:

Split
Split adalah proses memisahkan satu layers menjadi beberapa layer dengan menggunakan satu polygon yang terpecah-pecah. Misalnya memisahkan satu layers kontur yang besar menjadi beberapa sheet atau grid. Adapun langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1.    Input features=diisikan dengan layer yang akan dipisah-pisahkan/split.
2.    Split features=diisikan dengan layer yang akan menjadi pemisah.
3.    Split field= diiskan dengan nama field yang akan menjadi dasar.
4.    Target workspace = diisikan dengan folder dimana hasil split akan disimpan.
5.    XY Tolerance = diisikan dengan angka toleransi jarak yang digunakan dalam analsisi

Tabel Select
Tabel Select merupakan proses pemilihan table dalam sebuah layer dengan menggunakan expresi dalam SQL. Adapun langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1.    Input table = diisikan dengan table/layer yang data tabelnya akan dipilih.
2.    Output table=diiskan dengan nama table dan lokasi akan disimpan.
3.    Expression (optional) = diisikan dengan expresi SQL yang ditetapkan sesuai dengan            tujuan.

Erase
Erase adalah proses menghapus sebagian dari layer dengan menggunakan layer lain sebagai pembatas wilayah yang dihapus. Proses analisis ini misalnya dilakukan untuk mengurangi luas kawasan hutan dengan menghapus bagian danau. Adapun langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1.    Input features = diiskan dengan layer akan akan dihapus sebagian isinya.
2.    Erase feature = disikan dengan layer yang menjadi batas polygon wilayah terhapus.
3.    Output feature dengan nama file dan lokasi file akan disimpan.
4.    XY tolerance = diiskan dengan batas tolerasi kesalahan dari proses. Biasanya diikan            satuan jarak tertentu seperi meter, km, miles, dll.

Identity
Identity adalah proses penggabungan satu layer utama dengan layer lain dengan melalukan overlay dan akan menghasilkan layer utama dengan tambahan input dari layer yang kana digabungkan. Adapun langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1.    Input feature = diisikan dengan layer yang akan digabungkan.
2.    Identify features = diisikan layer yang akan digabungkan.
3.    Output feature = diisikan dengan nama dan lokasi folder dimana hasil akan disimpan.
4.    Join attributes= adalah pilihan mengenai atribut / isi dari table yang akan digabungkan.
5.    XY tolerance= diisikan dengan jarak toleransi yang digunakan dalam analisis. Ini bisa            diiisikan dengan hitungan meter atau kilometer atau satuan jarak yang lain.

Intersect
Tumpang tindih atau overlay suatu data grafis adalah menggabungkan dua atau lebih data grafis untuk memperoleh data grafis baru yang memiliki satuan pemetaan (unit pemetaan). Jadi, dalam proses tumpang susun akan diperoleh satuan pemetaan baru (unit baru). Untuk melakukan tumpang susun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syaratnya, data-data yang akan di-overlay harus mempunyai sistem koordinat yang sama. Sistem koordinat tersebut dapat berupa hasil transformasi nilai koordinat meja digitizer ataupun nilai koordinat lapangan. Tetapi sebaiknya menggunakan koordinat lapangan, sebab dengan menggunakan koordinat lapangan akan diperoleh informasi masing-masing unit dalam luasan yang baku. Adapun langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1.    Input features= diisikan dengan beberapa layers yang akan diintersect
2.    Output feature class= diisikan dengan nama dan lokasi hasil penggabungan akan                  disimpan.
3.    Join attribute (optional)= diiisi dengan pilihan semua atribut yang akan disatukan.
4.    XY tolerance(optional)= diisi dengan tolerasi jarak untuk analisis.
5.    Output type (optional)= diiskan dengan jenis output… isikan dengan input supaya                  hasilnya sama dengan file input.

Spatial Join
Spatial Join adalah proses menggabungkan data tabular dengan fungsi join. Proses ini menggabungkan data tabular target feature/layer yang akan ditambahkan datanya dengan Join feature yang merupakan feature/table yang akan menjadi tambahan.  Proses ini akan menghasilkan data tabular baru yang merupakan hasil gabungan 2 tabel tersebut dengan menggunakan pilihan proses penggabungan (misalnya join_one_to_one).  Adapun langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1.    Target feature =adalah feature yang akan digabungkan
2.    Join feature = feature yang akan digabungkan
3.    Output feature = hasil dari penggabungan, diisikan dengan
4.    Join Operation (optional) = pilihan join, bisa one to many atau one to one
5.    Field map of join features =Field yang akan digabungkan.
6.    Match option (optional) =pilihan penggabungan, standar untuk penggabungan adalah            intersect
7.    Distance Field Name (optional) =
8.    Setelah diisikan klik OK

Union
Union merupakan proses analisis untuk menggabungkan dua feature dan keseluruhan layer dan data tabularnya akan disatukan. Adapun langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1.    Input feature = diisikan dengan layer yang akan digabungkan
2.    Output feature = diisikan dengan feature kedua yang akan digabungkan
3.    Join attribute (optional) = diisikan dengan attribute apa yang akan disatukan, dengan            pilihan all atau FID (attribute dasar).
4.    XY tolerance (optional) diiskan dengan jarak yang digunakan sebagai toleransi analisis.
5.    Gaps Allowed (optional) = defaultnya dicontreng saja.

Buffer
Buffer adalah proses analisis yang digunakan untuk membuat feature tambahan di sekeliling feature asli dengan menentukan jarak tertentu. Fungsi buffer adalah membuat poligon baru berdasarkan jarak yang telah ditentukan pada data garis atau titik maupun poligon. Sebagai contoh, kita akan melakukan buffer terhadap jarak sungai 50 meter, menggunakan fasilitas buffer yang kita pilih, kemudian komputer akan mengolah sesuai perintah kita. Prinsip proses buffer dapat kamu lihat pada gambar berikut.



sumber
http://musnanda.com/2013/10/29/analisis-dengan-arcgis/
http://ssbelajar.blogspot.com/2012/10/manipulasi-dan-analisis-data.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar