Suatu
image (citra) memiliki keutamaan dalam penginderaan jauh yaitu dengan adanya
rentang panjang gelombang (wavelength
band) yang dimilikinya. Beberapa radiasi yang dapat dideteksi dengan
sistem penginderaan jarak jauh antara lain : radiasi cahaya matahari atau
panjang gelombang dari visible dan near sampai middle infrared,
panas atau dari distribusi spasial energi panas yang dipantulkan
permukaan bumi (thermal), serta refleksi gelombang mikro. Setiap material pada
permukaan bumi juga mempunyai reflektansi yang berbeda terhadap cahaya
matahari. Sehingga, material-material tersebut akan mempunyai resolusi yang
berbeda pada setiap band panjang gelombang.
Piksel
adalah sebuah titik yang merupakan elemen palong kecil pada citra satelit.
Angka numerik (1 byte) dari piksel disebut Digital Number (DN). Digital Number
bisa ditampilkan dalam warna kelabu, berkisar antara putih dan hitam
(greyscale), tergantung level energi yang terdeteksi. Piksel yang disusun dalam
order yang benar akan membentuk sebuah citra.
Di
dalam Penginderaan Jauh ada 4 istilah resolusi yakni:
1.
Resolusi Spasial
2.
Resolusi spektral
3.
Resolusi Temporal
4.
Resolusi Radiometrik
Resolusi Spasial
Resolusi
spasial ialah ukuran terkecil obyek yang dapat direkam oleh suatu sistem
sensor. Dengan kata lain maka resolusi spasial mencerminkan kerincian informasi
yang dapat disajikan oleh suatu sistem sensor. Ada dua cara menyatakan resolusi
spasial, yakni: resolusi citra dan resolusi medan. Resolusi Citra (image
resolution) dapat diartikan sebagai kualitas lensa yang dinyatakan dengan
jumlah maksimum garis pada tiap milimeter yang masih dapat dipisahkan pada
citra. Misal tiap garis tebalnya 0,01 mm. Ruang pemisah antara tiap garis juga
sebesar 0,01 mm. Berarti tiap garis menempati ruang selebar 0,02 mm atau pada
tiap mm ada 50 garis. Dalam contoh ini berarti resolusi citranya sebesar 50
garis/mm. Secara teoritik maka resolusi citra yang terbaik 1.430 garis/mm.
Resolusi Medan (ground resolution) ialah ukuran terkecil obyek di medan yang
dapat direkam pada data digital maupun pada citra. Pada data digital resolusi
medan dinyatakan dengan pixel. Semakin kecil ukuran terkecil yang dapat direkam
oleh suatu sistem sensor, berarti sensor itu semakin baik karena dapat
menyajikan data dan informasi yang semakin rinci. Resolusi spasial yang baik
dikatakan resolusi tinggi atau halus, sedang yang kurang baik berupa resolusi
kasar atau rendah. Disamping itu dinyatakan dengan ukuran dalam meter di lap
atau dalam meter per pixel pada citra (Rm/pixel), resolusi medan juga dapat
dinyatakan dengan ukuran dalam meter di lapangan yang dapat digambarkan oleh
sepasang garis pada citra atau Rm/Lp (meter per line pairs).
Resolusi
Spasial dipengaruhi:
- Skala; semakin besar skala semakin baik resolusinya.
- Panjang gelombang tenaga elektromagnetik yang digunakan.
Ingat
formula e = hc/ λ
- Kisaran panjang gelombang
- Ukuran b utir-butir film (khusus bagi foto)
Resolusi spektral
Resolusi
spektral menunjukkan kerincian λ yang digunakan dalam perekaman obyek. Contoh
resolusi spektral SPOT-XS lebih rinci daripada SPOT-P. Keunggulan citra
multispektral ialah meningkatkan kemampuan mengenali obyek karena perbedaan
nilai spektralnya sering lebih mudah dilakukan pada saluran sempit. Tiga data
multi spektral hitam putih dapat dihasilkan citra berwarna. Apabila data
multispektral itu tersedia dalam digital akan dapat diolah dengan bantuan
komputer. Kelemahannya ialah bahwa resolusi spasialnya menjadi lebih rendah.
Artinya antara resolusi spasial dan resolusi spektral terjadi hubungan
berkebalikan.
Resolusi temporal
Resolusi
temporal merupakan frekuensi suatu sistem sensor merekam suatu areal yang sama
(revisit). Atau lamanya waktu suatu satelit dalam melakukan pemotretan terhadap
objek dibumi.
Satelit
Landsat MSS dan TM : resolusi temporalnya 18 hari untuk generasi 1, dan 16 hari
untuk generasi 2.
Satelit
SPOT : resolusi temporalnya 26 hari.
Satelit
GMS : resolusi temporalnya 2 x sehari.
Satelit
IKONOS : resolusi temporalnya 3 hari.
Satelit
Quickbird : resolusi temporalnya 3 – 7 hari.
Satelit
Formosat 2 : resolusi temporalnya 1 hari.
Satelit
ORBVIEW : resolusi temporalnya 3 hari.
Resolusi radiometric
Resolusi
radiometric merupakan ukuran sensitifitas sensor untuk membedakan aliran
radiasi yang dipantulkan atau diemisikan suatu objek oleh permukaan bumi.
Resolusi radiometric merupakan range representasi / kuantisasi data, biasanya
dipergunakan untuk format raster. Range tersebut yaitu 2 bit (0 -1), 3 bit (0 –
3), 4 bit (0 – 15), 5 bit (0 – 31), 6 bit (0 – 63), 7 bit (0 – 127), 8 bit (0 –
255), 10 bit (0 – 1.023), dan 16 bit (0 – 65.535).
Keunggulan
Inderaja Satelit :
- Citra menggambarkan obyek, daerah, dan gejala di permukaan bumi dengan; wujud dan letak obyek yang mirip ujud dan letak di permukaan bumi, relatif lengkap, meliputi daerah yang luas, serta bersifat permanen.
- Dari jenis citra tertentu dapat ditimbulkan gambaran tiga dimensional apabila pengamatannya dilakukan dengan alat yang disebut stereoskop.
- Karaktersitik obyek yang tidak tampak dapat diwujudkan dalam bentukcitra sehingga dimungkinkan pengenalan obyeknya.
- Citra dapat dibuat secara cepat meskipun untuk daerah yang sulit dijelajahi secara terestrial.
- Merupakan satu-satunya cara untuk pemetaan daerah bencana.
- Citra sering dibuat dengan periode ulang yang pendek.
Kelemahan
Inderaja Satelit :
- Hanya mengenal obyek di muka bumi (umum).
- Media antara satelit dan permukaan bumi merupakan kendala, khususnya untuk sensor optik yang menggunakan panjang gelombang.
- Orang yang menggunakan harus memiliki keahlian khusus.
- Peralatan yang digunakan mahal.
- Sulit untuk memperoleh citra foto ataupun citra nonfoto.
- Tingkat radiasinya tinggi.
sumber
https://www.academia.edu/8501676/Resolusi_Citra_Penginderaan_Jauh
http://rizkyoktaviani.blogspot.com/2012/07/resolusi-spasial-temporal-radiometrik.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Penginderaan_jauh#Keunggulan.2C_Keterbatasan_dan_Kelemahan_Penginderaan_Jauh
http://penginderaanjarakjauh1.blogspot.com/2013/02/keunggulanketerbatasan-dan-kelemahan.html